Bali Upayakan Manggis Masuk Australia
Untuk sterilkan dari hama Austalia minta harus melewati fumigasi
DENPASAR, NusaBali
Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan/Balai Besar Karantina Provinsi Bali kini sedang mendorong ekspor manggis ke Australia. Hal tersebut menyusul ekspor manggis Bali ke China yang sudah berlangsung selama ini. Langkah-langkah persyaratan ekspor ke negeri Kangguru itu terus dilakukan.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Karantina Heri Yuwono, Kamis (12/9). “Kita bekerjasama dengan seluruh pihak yang ada, di Bali maupun Pusat, bagaimana untuk bisa memenuhi persyaratan khususnya ekspor manggis ke Australia,” ujarnya. Dari penjelasan Heri Yuwono terungkap Australia mensyaratkan pembebasan Organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dengan cara fumigasi.
Fumigasi adalah pengasapan yang dilakukan menggunakan gas fumigan untuk mematikan hama atau hewan yang dapat merusak produk. Sedang untuk ke China, pembebasan OPTK dilakukan dengan memakai teknik sprayer (penyemprotan cairan ke buah untuk mematikan hama). Dan China mengakui lebih efektif untuk pembebasan dari hama tersebut.
“Ini yang sedang kita perjuangkan ke Australia. Mudah-mudahan Australia menyetujui langkah-langkah yang sudah kita lakukan, seperti yang kita lakukan ke China,” ujarnya. Heri Yuwono mengatakan sebelumnya pihak auditor sudah mengunjungi packing house (PH) manggis yang ada di Bali. Dikatakan secara prinsip auditor dari auditor Australia bisa memahami cara tersebut sudah efektif. Namun karena ini menyangkut kebijakan pemerintah Australia, maka hal itu masih didiskusikan.
Ke depan Balai Karantina didorong untuk berperan aktif terkait dengan peningkatan ekspor untuk lingkungan wilayah kerjanya. Melalui peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM-UMKM) khususnya. Mungkin selama ini hanya sebagai suplier, ke depan diupayakan naik ke level eksportir.
Terpisah kalangan eksportir manggis mengaku gembira dengan upaya-upaya dan pembinaan yang dilakukan Balai Besar Karantina. Khususnya perjuangan mereka untuk membawa manggis menembus pasar Australia. “Semoga segera bisa, karena Australia juga pasar potensial,” ujar Jro Putu Tesan, eksportir manggis yang juga Ketua Asosiasi Manggis Bali. Sepengetahuannya sejauh ini belum ada ekspor manggis ke Australia.
Selama ini ekspor manggis Bali baru menyasar pasar China. Permintaannya lumayan banyak. “Dulu kalau pernah untuk satu perusahaan saja pernah sampai 3.800 ton per tahun. Di Bali ada 11 perusahaan eksportir, kalau rata-rata 3.800-ton segitulah ekspor ke China,” ujarnya memperkirakan. “Pasar China masih sangat terbuka, sepanjang kita mampu memenuhi,” ujarnya. k17.
1
Komentar